Pertumbuhan dan Perkembangan pada Mahkluk Hidup
Pertumbuhan dan perkembangan bagi makhluk hidup merupakan hal yang sangat penting. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit.Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.
Tidak jarang makna pertumbuhan
diartikan sama dengan perkembangan. Kedua istilah tersebut penggunannya
acapkali dipertukarkan (Interchange) untuk makna yang sama, padahal
sesungguhnya keduanya berbeda.tumbuh dan berkembang adalah salah satu ciri
organisme. Tumbuhan dan hewan , tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang
dari satu sel zygote menjadi embryo, kemudian menjadi satu individu yang lengkap,
Pertumbuhan diartikan sebagai
suatu proses pertambahan ukuran dan
volume serta jumlah sel mahkluk hidup secara irreversible, yaitu tidak dapat
kembali kebentuk semula.
Contohnya : bahwa perubahan
dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan.
Berat badan yang semula sekitar 3 Kg ketiga dilahirkan menjadi 8-9 Kg pada umur
6 bulan. Panjangnya bayi 50 cm ketika dilahirkan menjadi 60 cm pada umur 1
tahun diikuti oleh organ-organ tubuh lain yang mengalami perubahan ukuran, antara
lain volume otak yang membawa akibat terjadinya perubahan kemampuan. Sunarto
(2002; 39)
Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan tanaman :
A. Faktor Luar
Air dan Mineral
berpengaruh pada pertumbuhan
tajuk 2 akar. Defisiensi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau
menyebabkan pertumbuhan tak normal
Kelembaban.
Kelembaban udara ada kaitannya
dengan laju transpirasi yang dapat berakibat pada laju penyerapan air dan zat hara
oleh jaringan akar.
Suhu
di antaranya mempengaruhi
kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik
adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan
Cahaya
mempengaruhi fotosintesis.
Secara umum merupakan faktor penghambat. Etiolasi adalah pertumbuhan
yang sangat cepat di tempat yang gelap Fotoperiodisme adalah respon
tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.
B. Faktor Dalam ( factor internal
)
Faktor hereditas.
Gen merupakan salah satu
molekul yang diyakini secara kuat oleh para ilmuwan sebagai penentu utama
pertumbuhan mahkluk hidup
Hormon.
Auksin ,adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di
ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali
menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.membantu
perkecambahandominasi apical
Sitokinin, pertama kali ditemukan pada tembakau.Hormon ini
merangsang pembelahan sel.
Gas etilen, Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua. Diduga
berpengaruh terhadap proses masaknya buah
Asam absisat,
Berikut adalah penjelasan
fungsi utama dari hormon asam absisat :
1. Berperan dalam pemulaian
dormansi biji
Dormansi biji marupakan
keadaan istirahat pada tanaman. Proses ini penting bagi biji agar biji tidak
berkecambah terlalu cepat sebelum waktunya. Dormansi biji cukup penting bagi
tumbuhan tahunan dan dwimusim karena biji tanamannya membutuhkan cadangan
makanan di musim dingin atau musim panas.Tumbuhan akan menghasilkan hormon ini
untuk menjaga biji sehingga berkecambah di musim yang diinginkan.
2. Berperan menghadapi
kondisi lingkungan yang kekeringan
Kondisi lingkungan kadang
berubah dan membuat tumbuhan tidak mendapatkan asupan yang dibutuhkan, misalnya
saja saat terjadi kekeringan.Asam absisat dapat berperan dalam merangsang
penutupan stomata di epidermis daun.Ini dapat mencegah tanaman kehilangan
cairan karena transpirasi melalui stomata dengan pembentukan lapisan
lilin.Selain itu asam absisat dapat menstimulasi pengambilan air melalui akar
tanaman.
3. Berperan menghadapi
kondisi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam yang tinggi
Asam absisat akan menghentikan
pertumbuhan primer dan sekunder pada saat musim dingin. Tunas terminal akan
menghasilkan hormone untuk memperlambat pertumbuhan serta memicu perkembangan
primordial daun menjadi sisik. Sisik tersebut berfungsi untuk melindungi tunas
dorman pada musim dingin.
4. Menggugurkan daun
Pengguguran daun menjadi
fungsi yang vital untuk merespon musim dingin saat tanah membeku dan tidak
dapat mendukung transpirasi.Beberapa spesien dalam iklim dingin memiliki daun
berbentuk jarum.
Fungsi lain pada hormon asam
absisat adalah :
Menghambat pertumbuhan tunas
namun tidak memberi banyak pengaruh pada akar bahkan dapat mendorong tumbuhnya
akar
Menginduksi benih untuk
melakukan sintesis protein penyimpanan
Menghambat pengaruh gliberin
sehingga dapat merangsang sintesis de novo dari amylase
Melakukan induksi pada
transkripsi gen terutama pada inhibitor proteinase yang menanggapi luka
Membantu perkembangan biji
Itulah beberapa fungsi dari
hormon asam absisat atau ABA.
Tanaman sendiri memiliki
berbagai jenis hormone lainnya misalnya hormon auxin, brassinosteroids,
cytokinins, ethylene, jasmonates, dan lain-lain.Masing-masing hormon tersebut
memiliki fungsi masing-masing seperti halnya hormon yang dimiliki
manusia.Gangguan pada hormon tersebut bisa berdampak pada perkembangan tumbuhan
itu sendiri.Misalnya saja jika hormon asam absisat ini tidak bekerja dengan
baik maka tumbuhan bisa berkecambah terlalu cepat serta tidak dapat beradaptasi
dengan lingkungan yang buruk misalnya kekeringan. Begitu juga saat tanaman
tersebut harus dihadapkan pada lingkungan yang memiliki kadar garam tinggi.
Jadi asam absisat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Florigen
Kalin, Hormon pertumbuhan
organ, terdiri dari :Rhizokalin pada akar, Kaulokali pada batang, Filokalin
pada daun, Antokalin pada bunga
Asam traumalin atau kambium
luka, Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi
luka
Secara umum pertumbuhan dan
pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil
pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan
jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah
perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang
mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan
pada tumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil
pembelahan sel-sel jaringan meristem primer.Berlangsung pada embrio, bagian
ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian
penting : 1). tunas embrionik yaitu calon batang dan daun 2). akar embrionik
yaitu calon akar 3).kotiledon yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar
dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah, yakni :
Daerah pembelahan, Sel-sel di
daerah ini aktif membelah (meristematik).
Daerah pemanjanganBerada di
belakang daerah pembelahan.
Daerah diferensiasi. Bagian
paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami diferensiasi
membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan
menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Proses pertumbuhan sekunder
dimulai dari aktivitas kambium pembuluh. Kambium ini membentuk pembuluh
xilem primer ke arah dalam dan membentuk floem primer ke arah luar.Pada saat
tersebut, pertumbuhan batang tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan batang pada
pertumbuhan primer.Selanjutnya, pertumbuhan sekunder menambah lapisan pembuluh
xilem sekunder dan floem sekunder.Setiap tahun, kambium pembuluh menambah
lapisan xilem sekunder dan floem sekunder.Dengan demikian, kambium pembuluh
menambah ukuran diameter akar dan batang.
Aktivitas kambium
pembuluh yang memperbesar diameter batang tidak dapat diimbangi oleh aktivitas
epidermis (kulit) dan korteks bagian luar. Akibatnya, dibentuk
lapisan gabus yang menggantikan fungsi epidermis. Lapisan gabus
dewasa merupakan sel mati dan memiliki dinding tebal yang berlilin.Lapisan ini
melindungi jaringan batang di bawahnya dari penguapan, kerusakan fisik, dan
patogen.Lapisan gabus diproduksi oleh jaringan kambium gabus dari sel parenkim
di korteks. Pada beberapa permukaan batang terdapat lentisel Karena
lapisan gabus tidak me – mungkinkan terjadinya pertukaran gas.Merupakan
aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.
Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan
membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
Mula-mula kambium hanya
terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium
intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
Selanjutnya parenkim
akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang
disebut kambium intervasis.
Kambium intravasis dan
intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah
dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat
ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari
pertumbuhan kulit..ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup ke luar
membentuk felem : sel-sel mati

Komentar
Posting Komentar